30 May 2007

Blogger Berita yang Anonim adalah Banci!

[Catatan: Tulisan di bawah ini adalah tanggapan Jarar Siahaan, pendiri blog berita BatakNews atas blog FPI Online. Selama beberapa kali saya menggapi email Radityo Djajoeri; pemilik blog Mediacare, Indonebia dan FPI Online, saya menembuskan email saya ke bung Jarar. Jarar adalah seorang jurnalis yang idealis, menurut saya. Dia berani mengambil sebuah keputusan "berani", menanggalkan pekerjaan mapan sebagai redaktur di sebuah media terkemuka dan memutuskan menjadi blogger jurnalis BatakNews. Dia menilai pemilik media tak menggaji wartawannya dengan layak namun memberikan aturan wartawan tak boleh menerima amplop. Sementara para bos itu menerima "suap" dari rekanan usaha. Saya pernah menulis review blognya di sini. Berikut ini adalah isi emailnya yang dia kirim kepada saya.]

Aku belum bisa berkomentar spesifik pada kasus blog FPI, karena aku tidak pernah membaca blog itu -- sekali pun tidak pernah, bahkan setelah engkau memberitahukannya padaku lewat tembusan imelmu.

Aku cuma ingin beropini sedikit soal status bloger anonim. Dan sebelumnya aku harus beritahu bahwa aku adalah bloger pemula yang baru mengenal blog sejak 20 maret 2007. Sebelumnya aku betul-betul buta soal blog. Jadi opiniku berikut ini mungkin saja tidak pas seperti yang dipahami bloger senior lainnya. Dengan begitu engkau pun tidak menelan bulat-bulat apa yang kutulis.

Bagiku, walaupun tidak ada hukum yang mengharuskan blogger memakai identitas asli, tapi "bloger berita" wajib memakai nama asli. Bloger berita kumaksud adalah blog yang menulis peristiwa aktual, opini tentang isu-isu publik seperti agama dll, blog LSM atau ormas, dan termasuk blog yang membahas tentang media.

Mengelola "blog berita" dengan nama samaran bagiku sama saja dengan menyebarkan selebaran gelap atas pesan "sponsor". Apakah selebaran gelap layak dipercaya? kertas begituan akan kubuang ke tempat sampah atau kutitipkan pada istriku untuk dijual bersama bundel koran bekasku kepada pedagang ikan asin langganannya di pasar Balige.

Bloger berita yang anonim [tanpa alasan-alasan kuat] adalah banci. Sama saja halnya dengan pembaca blog dan anggota milis yang beropini dengan nama samaran. Beritahukanlah padaku kalau ada kata yang lebih memalukan dari banci, dan itulah istilah yang tepat bagi mereka.

Beberapa hari lalu ada seorang bernama antok menyinggung kasus ini di blogku, bataknews. di sini kukopikan tulisan antok dan jawabanku padanya.

Terima kasih kawan, engkau telah berbagi pengalaman denganku.
salam.
-----------------

INI ADALAH TULISAN ANTOK DI BLOGKU:
bung, menurut anda, boleh nggak blogger itu anonim. ada batasannya, kalau misal harus anonim?

ada berita yang lagi hangat, blog FPI ternyata palsu. pembuatnya Indonebia alias Radityo. ah orang ini memang berengsek. harusnya FPI somasi tuh orang, biar kapok. saya memang nggak suka dengan FPI, tapi yang dilakukan oleh Radityo ini mengadu-domba. ini jelas nggak bener. kalau ketemu orangnya, pasti tak tampar tuh mukanya. maaf!

baca beritanya di http://gaya.suaramerdeka.com
------------------
JAWABANKU PADA ANTOK:

bloger anonim bisa saja.

batasannya, kalau menurutku: faktor keamanan. dan "keamanan" ini pun relatif. akan panjang bila kita bahas di sini. sebagai contoh saja: seorang bloger ingin menulis seorang ketua okp yang mabuk lalu memukuli warga, tapi dia sangat takut karena si ketua okp ini terkenal punya pengaruh luas dan "akrab" dengan kapolda. dalam kasus seperti ini sangat bisa diterima bila penulis blog memakai nama palsu.

satu lagi jenis blog yang menurutku bisa memakai nama samaran adalah "blog pribadi". yang kumaksudkan blog pribadi adalah blog yang hanya berisi catatan harian dan tidak menyinggung sama sekali urusan publik. misalnya aku seorang abg yang jatuh cinta pada seorang cewek, tapi aku sangat malu untuk mengungkapkannya; ya sudah, boleh pakai nama samaran.

tapi ketika blog itu membahas isu-isu umum seperti berita aktual, pembahasan soal agama, opini tentang skandal politisi dan kasus korupsi, maka si bloger wajib memakai identitas asli.

sama halnya, bloger yang menulis/mengelola blog resmi tidak boleh anonim atau memakai nama samaran. dia harus memakai nama asli, sebutkan alamat, ceritakan profil singkat, dan pasang foto diri di blognya. contohnya pada kasus blog fpi yang anda sebutkan, menurutku si bloger tidak boleh anonim. sebab kita tahu fpi adalah lembaga resmi. sama saja halnya dengan blog yang dikelola ormas lain, lsm, lembaga adat, atau blog berita seperti bataknews dan blog suara merdeka.

tapi ini hanya etika, dan itu pun setahuku belum secara resmi tertulis di kalangan bloger indonesia. artinya, pada kenyataan, sudah dan masih akan banyak bloger memakai nama alias meskipun blognya mewartakan berita dan artikel opini yang berkaitan dengan isu-isu publik.

jadi kupikir pembacalah yang harus bersikap. bila mereka melihat sebuah blog seperti blog fpi tanpa disertai foto si bloger atau minimal profil yang jelas, maka segeralah curiga bahwa blog itu ditulis oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

aku juga mencurigai sejumlah blog, milis, dan situs web yang memperdebatkan agama dikelola oleh orang-orang dengan identitas palsu. karena kulihat milis dan blog tersebut betul-betul menjadi sarang iblis — di mana setiap pengunjung dibiarkan menulis komentar sekasar apapun tanpa disensor sama sekali. hal ini pernah kutulis dalam artikelku di bataknews, PERSETAN DENGAN LOGIKA AGAMAMU.

dan memang hits blog dan milis itu sangat tinggi. wajar, karena semua orang dibiarkan berkomentar tanpa dimoderasi pemilik blog. mungkin anda pernah membaca blog dan milis kumaksud. di sana pihak nasrani memaki-maki alquran; dan pihak muslim memaki-maki yesus. dan aku tahu apa yang dicari si pengelola blog/milis seperti itu: uang. dengan membiarkan pengunjung berkomentar sebebas-bebasnya dan menulis opini sebohong dan sekasar apapun, maka hits otomatis tinggi, lalu pemasukan dari iklan berupa adsense pun masuk ke kantong para "maniak agama" itu.

bung, bloger seperti itu bagiku adalah iblis; dan orang yang doyan membaca blog begitu adalah calon iblis. aku tidak mau menjadi iblis; karena saat ini saja diriku sudah terlalu berdosa.

salam damai. jarar siahaan di tanah batak.


--
Jarar Siahaan
www.blogberita.com
www.jararsiahaan.com
[blog berita independen BatakNews]

Tulisan yang masih berkaitan:



1 comment:

  1. Blogger anonim banci? Uaduh... saya nulis --di mana pun, di koran, majalah, buku atau di dunia maya -- hampir nggak pernah pakai nama asli.

    ReplyDelete