Sukses dengan dua novelnya, Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi, Andrea Hirata akan membagi tips menulisnya di Semarang. Dalam acara yang diselenggarakan di Joglo Fakultas Sastra Undip, Selasa (27/3) itu, juga akan dibeberkan sekilas tentang novel ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi.
Kehadiran pengarang asal Belitong itu memang mengejutkan. Betapa tidak, Andrea yang notabene bukan berasal dari kalangan sastra, tapi mampu menulis novel yang keduanya menjadi best seller. Dari informasi penerbit, keduanya kini telah dicetak ulang sebanyak tujuh kali.
Yang menarik lagi, kedua novel itu sama sekali tak sejalan dengan tren pasar. Tapi melalui dua sekuel novelnya itu Andrea Hirata langsung menempatkan dirinya sebagai salah satu penulis muda Indonesia yang amat menjanjikan.
Bagaimana karya-karya Andrea dapat menjadi best seller tanpa harus mengorbankan mutu? Sastrawan Ahmad Tohari mengatakan, "Andrea adalah jaminan bagi sebuah karya sastra bergaya saintifik dengan penyampian yang cerdas dan menyentuh".
Sementara Prof Sapardi Djoko Damono, guru besar Universitas Indonesia menyebut karya Andrea sebagai metafora yang berani, tak biasa, tak terduga, kadang kala ngawur, namun amat memikat.
Daya tarik yang menonjol dari karya-karya Andrea juga terletak pada kemungkinan yang amat luas dari eksplorasinya terhadap karakter dan peristiwa. Setiap paragraf yang disajikan seakan dapat berkembang menjadi sebuah cerpen, dan setiap bab mengandung letupan intelejensia, kisah, dan romantika untuk untuk dapat tumbuh menjadi buku tersendiri.
Andrea tak pernah kehilangan ide dan cerdik dalam melihat suatu fenomena dari sudut yang tak pernah dilihat oleh orang lain. Setiap kalimatnya potensial. Ironi diolahnya menjadi jenaka, cinta pertama yang absurd menjadi mempesona, tragedi diparodikan, ilmu fisika, kimia, biologi dan astronomi diolah menjadi sastra.
Telah banyak pujian dilontarkan atas kematangan karya maupun teknik menulis alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang belakangan mendapatkan beasiswa studi master of science di Paris de University, Sorbonne, Prancis itu.
Acara yang bertajuk "Temu dan Bincang Penulis bersama Andrea Hirata" itu diselenggarakan atas kerjasama Lembaga Pers Mahasiswa Hayamwuruk Fakultas Sastra Undip dengan toko buku Toga Mas dan Renjana Organizer.
Selain Andrea Hirata, akan hadir sebagai pembicara Aulia Muhammad, Pemimpin redaksi suaramerdeka.com, dan Agus M Irkham, pegiat komunitas perbukuan. Diskusi akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.[sumber: suaramerdeka.com]
26 March 2007
Andrea Hirata Akan Beberkan Novel Terbarunya
22 November 2006
Penghormatan Terakhir
Rabu (22/11) sekitar pukul 11.30. Iring-iringan mobil memasuki pelataran auditorium Undip Imam Bardjo. Diantaranya adalah mobil pengangkut jenazah Prof Dr Th Sri Rahayu Prihatmi, MA Dekan Fakultas Sastra Undip (FS Undip).
Siang itu, ratusan orang telah berkerumun di dalam auditorium untuk melakukan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Mereka adalah para sivitas akademika FS Undip dan beberapa tamu undangan.
Prof Dr Th Sri Rahayu Prihatmi, MA meninggal pada hari Selasa sore sekitar pukul 16.00 di Ruang Paviliun Garuda Lt 2 Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Dr Kariadi Semarang. Sudah dua minggu alharhumah dirawat di rumah sakit pemerintah itu karena menderita kanker pankreas.
"Sebelum meninggal ibu sempat bilang, saya mau tidur dulu. Rupanya dia pamit tidur untuk selamanya," kata Pak Pit, panggilan FX Pietarsono, suami almarhumah. Malam itu dia menyampatkan ngobrol dengan beberapa tamu yang bertakjiah sampai hampir larut malam.
Pertama kali memberikan sambutan adalah Prof. Soejarwo, guru besar FS Undip, yang membacakan riwayat hidup Bu Yayuk (panggilan akrab almarhumah di kampus) dan prestasinya semasa hidup.
Sambutan lain yang tak kalah mengharukan disampaikan oleh Prof Nurdin HK. Di akhir sambutannya penyair yang sebentar lagi akan dilantik menjadi dekan FS Undip ini, membacakan syair untuk almarhumah. Hadirin pun sekejap terkesima oleh gaya pembacaan puisinya yang atraktif.
"Almarhum telah banyak memberikan kontribusi kepada perkembangan Sastra Indonesia. Jadi kepergiannya tak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan, tapi juga bagi bangsa ini," katanya.
Benar, selain menjadi akademisi di almamaternya, almarhumah telah banyak menghasilkan karya. Beberapa bukunya antara lain "Dari Mochtar Lubis hingga Mangunwijaya", "Nh Dini: Karya dan Dunianya", "Fantasi dalam Kedua Kumpulan Cerpen Danarto: Dialog antara Dunia Nyata dan Tidak Nyata", dan "karya-karya Putu Wijaya: Perjalanan Pencarian Diri itu".
"Belakangan saya sudah tidak aktif menulis. Bila ada waktu luang, saya pasti akan menulis lagi," ucapnya kepada saya beberapa waktu lalu. Waktu itu saya menawarkan sebuah buku baru titipan seorang teman dari Jakarta. Bu Yayuk menjadi target "jualan buku" saya itu. Dan rupanya dia sangat apresiatif sekali.
"Oh ya, saya sudah lama tidak mendapat Kalam, kalau ada yang baru tolong saya dikabari ya," pesannya sebelum saya hendak meninggalkan ruang kerjanya.
Saya pribadi memang tak banyak mengenal almarhumah. Kebetulan saya juga tak pernah mengikuti kuliahnya, karena beliau mengampu Jurusan Sastra Indonesia, sementara saya Jurusan Sastra Inggris.
Perkenalan saya melalui obrolan-obrolan singkat. Terutama ketika organisasi kemahasiswaan yang saya pimpin tengah mengalami masalah. Selama itu, almarhumah adalah sosok sangat kooperatif. Ia sangat mendukung kegiatan kemahasiswaan.
Persoalan almarhumah bukan seorang manajer yang baik, saya kurang tau pasti. Memang beberapa suara menyatakan bahwa kepemimpinan beliau kurang sukses. Bukan manajer yang bagus. Kurang tegas!
"Bu Yayuk itu akademisi tulen. Dari kecil dibesarkan dalam lingkungan akademik," kata salah seorang dosen kepada saya.
Usai sambutan, segenap sivitas akademika dan tamu undangan yang hadir memberikan ucapan duka kepada keluarga korban. Tampak di barisan depan, suami almarhumah, FX Pietarsono beserta anak dan cucunya menyalami para pelayat.
Setelah upacara, jenazah diberangkatkan ke pemakaman keluarga besar Undip di Tembalang. Upacara pemakaman berlangsung di bawah panas terik matahari. Namun menjelang penyemayaman jenazah, terik itu mulai meredup. Langit seolah-olah tertutup awan.
Prosesi upacara pemakaman berlangsung hikmat. Diantara keluarga korban yang menaburkan bunga ke liang kubur itu adalah seorang anak laki-laki yang tak lain adalah cucu almarhum. Anak itu mukanya memerah dengan air mata masih menetes di pipinya. Dan juga seorang perempuan yang wajahnya hampir sama dengan almarhumah. Dia adalah anak perempuan almarhumah.
Peti jenazah itu pun kini sudah tak terlihat lagi, telah ditutup beberapa kayu dan beberapa papan ucapan yang terbuat dari gabus. Pelan-pelan kayu dan gabus itu pun tertutupi oleh tanah yang dicangkul oleh para penggali kubur itu.
Saya pamit duluan. Langit mulai gelap. Keburu hujan. Lagian juga sudah pukul 14.00. Saya harus masuk kerja. Sepanjang perjalanan pulang, entah saya terbayang terus akan obrolan-obrolan singkat dengan almarhumah. Dan dalam hati berkata "Ah, ternyata dia orang besar". Selamat jalan bu Yayuk, semoga damai di alam sana....
*Ini adalah catatan singkat saya. Rencana ingin dibuat catatan yang lebih panjang.
20 November 2006
Pemenang Lomba Blog 2006
SAAT yang ditunggu akhirnya tiba. Setelah melalui penjaringan 30 peserta, dewan juri akan memilih tiga peserta terpilih yang terbaik. Pengumuman disampaikan Minggu (18/11) di Le Resto Cafe, Jl Sultan Agung, samping AKPOL Semarang.
Dari kiri: Muhamad Sulhanudin, Sudaryono Ahmad, dan Ahmad Munif. (Foto oleh Loenpia.net)
"Pemilihan tiga pemenang ini melalui proses yang melelahkan. Para dewan juri semalam berkumpul mencari peserta terbaik. Namun sampai tengah malam belum juga ketemu," kata Aulia Muhammad, Pemimpin Redaksi Suaramerdeka.com.
Mendengar penjelasan itu, para peserta tampak bengong. "Terus gimana, berarti nggak ada pemenangnya dong?" ucap salah seorang peserta.
"Karena belum menemukan kesepakatan, akhirnya dewan juri melanjutkan sampai pagi. Akhirnya kami mendapatkan ilham. Kami sepakat memilih tiga peserta terbaik," tambah Aulia.
Pertama dipanggil peserta terbaik ketiga, pemilik blog http://embunkehidupan.blogspot.com. Dia adalah Muhamad Sulhanudin. Pemuda yang mengaku masih kuliah di Jurusan Sastra Inggris Undip ini menceritakan tentang kesedihan di dalam blognya.
"Mas, emangnya sampeyan itu bersedih terus ya. Semua yang diceritakan kok tentang kesedihan?" tanya Ringga sang pemandu acara, yang juga penyiar Trax FM Semarang.
"Nggak juga. Saya cuma ingin berbagi agar orang tak mengalami hal serupa," jawabnya singkat.
Kemudian diurutan kedua ada http://penakayu.blogspot.com. Dia adalah Sudaryono Ahmad, blogger dari Purwokerto, datang dengan mengenakan kemeja panjang, topi pat ala pak Tino Sidin. Cerita terakhir yang dilombakan adalah tentang Sumanto. Sumanto sang kanibal itu akhirnya kini mendadak menjadi selebritis, dia terkenal karena aksi kontroversialnya itu.
Pada posisi puncak, Ahmad Munif, pemilik blog http://munif.wordpress.com terpilih sebagai jawara. Anggota Loenpia.net ini memberi nama blognya dengan Rumah Pastel. Dalam posting terakhir artikel yang dilombakan, ia mempertanyakan "Kenapa Harus ada kata Maaf". Sebelumnya ada juga cerita unik berjudul "Setelah Ketupat Lebaran Berganti Nasi". Dis isni Munif mengkritik kesalehan orang yang hanya dalam bulan Ramadhan. Setelah orang bermaaf-maafan, tawuran pun kembali terjadi.
Sebagai hadiah, pemenang ketidua dan ketiga mendapatkan HP CDMA plus kartu perdana Flexi. Khusus pemenang pertama mendapatkan paket wisata ke Bali. Dengar-dengan Munif sekarang sedang mencari seorang untuk menemaninya ke Bali.
Selain para pemenang, peserta juga mendapatkan doorprize yang dibagikan oleh sang pemandu acara. Diantaranya adalah peserta yang memiliki KTP terjauh, peserta yang memiliki kenalan lebih dari lima orang.
Lomba Blog 2006 ini merupakan hasil kerjasama Telkom Semarang, Suaramerdeka.com, komunitas Loenpia, dan Radio Trax FM. Karena masih dalam suasana lebaran, lomba mengambil tema "Membuka Maaf Melebur Dosa".
Hadir ditengah peserta Djoko Soeseno, yang memberikan sambutan mewakili Telkom Semarang, mengaku terkejut jika peserta lomba mencapai 200 peserta lebih.
"Pemakai internet di Indonesia masih terbilang rendah. Padahal dari internet kita bisa menemukan tentang apa saja. Para blogger di sini tentu saja merupakan pemakai internet setia. Oleh karena itu, diharapkan anda sekalian bisa menularkan minat pada internet kepada masyarakat luas," ucapnya.
"Saya juga baru tahu, ternyata minat kaum hawa terhadap blog cukup besar. Mungkin karena di blog orang bisa ngomong apa saja. Bisa ngerasani orang dan lain-lainnya," tambahnya.
Malam pengumuman pemenang itu pun usai sekitar pukul 21.00 WIB. Tak lupa sebelum membubarkan diri, para peserta berfoto-foto ria. Saking semangatnya, mereka lupa kalau ketiga pemenang terhalang dibelakang kerumunan peserta.
Tulisan ini dimuat di Suaramerdeka.com
18 August 2006
Ahmadinejad Luncurkan Weblog
Nama Mahmoud Ahmadinejad, melejit ke seantero jagad, akibat sikapnya yang menentang keras terhadap dominasi Amerika Serikat. Kini presiden Iran itu telah bergabung dengan masyarakat internet internasional dengan membuka weblog pribadinya.
Peluncuran blog www.ahmadinejad.ir dilaporkan di televisi negara, yang mengimbau pengguna internet mengirimkan pesan kepada sang presiden.
Dalam posting pertamanya, yang bertajuk otobiografi, Ahmadinejad menuturkan kisah masa kecilnya, revolusi Islam Iran, dan perang Iran-Irak. Posting pertama ini ditulis dalam bahasa Persia, Arab, Inggris dan Perancis tertera hari Jumat. Posting itu juga menyertakan RSS feed untuk menyampaikan entry baru kepada pembaca.
Nama Mahmoud Ahmadinejad, melejit ke seantero jagad, akibat sikapnya yang menentang keras terhadap dominasi Amerika Serikat. Kini presiden Iran itu telah bergabung dengan masyarakat internet internasional dengan membuka weblog pribadinya.
Peluncuran blog www.ahmadinejad.ir dilaporkan di televisi negara, yang mengimbau pengguna internet mengirimkan pesan kepada sang presiden.
Dalam posting pertamanya, yang bertajuk otobiografi, Ahmadinejad menuturkan kisah masa kecilnya, revolusi Islam Iran, dan perang Iran-Irak. Posting pertama ini ditulis dalam bahasa Persia, Arab, Inggris dan Perancis tertera hari Jumat. Posting itu juga menyertakan RSS feed untuk menyampaikan entry baru kepada pembaca.
Ahmadinejad mulai dengan menuturkan asal-usulnya yang sederhana. "Pada masa derajat kemuliaan merupakan prestise, dan hidup di kota adalah bentuk kesempurnaan, saya terlahir di keluarga miskin di desa terpencil Garmsar, sekitar 90km barat Tehran," tulis dia.
Ayahnya adalah "pandai besi yang bekerja keras" dan "orang saleh", yang memutuskan memindahkan keluarganya ke Tehran, ketika Ahmadinejad baru berusia satu tahun.
Saat menggambarkan diri sebagai "siswa yang menonjol", sang presiden menuturkan bagaimana dia berprestasi bagus di sekolah, dan merebut peringkat ke-132 dari sekitar 400 ribu siswa yang ikut ujian masuk perguruan tinggi, meski saat itu mengalami pendarahan hidung.
Ahmadinejad juga menyinggung kekaguman dan kecintaannya kepada pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini, membahas perang Iran-Irak, seraya menyebut pemimping terguling Irak Saddam Hussein "agresor" yang mabuk dengan kekuasaan.
Amerika Serikat juga dikecam keras oleh sang presiden. Dalam salah satu bagian blognya, dia menggambarkan negara itu "Amerika Serikat si Setan Besar" karena kebijakan yang dia katakan mendukung "kelompok-kelompok teroris" yang mencoba meruntuhkan pemerintah Islam Iran.
"Insya Allah, saya berniat untuk sepenuh hati menyelesaikan bincang-bincang saya di masa depan dengan alokasi waktu 15 menit," Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad
Blog sang presiden itu juga menyertakan jajak pendapat yang menanyakan apakah pengguna berpendapat bahwa Amerika Serikat mencoba memicu perang dunia baru. "Apakah anda berpendapat niat dan tujuan Amerika dan Israel menyerang Libanon adalah memicu perang dunia lain?"
Dalam blog itu terdapat formulir isian atau postform bagi pengguna bagi presiden, dan juga galeri foto yang memuat rangkaian foto si blogger alias penulis blog.
Peluncuran Ahmadinejad di internet ini berlangsung, sementara pemerintah Iran masih melakukan sensor internet. Di negara tempat media dikendalikan secara ketat, internet menjadi forum utama bagi suara-suara pembangkang. Namun, dalam upayanya menindak para blogger anti-pemerintah, pemerintah Iran menerapkan sistem sensor internet paling canggih di dunia.
Pembatasan semacam itu tidak menimbulkan masalah bagi sang presiden. Namun, pada ujung posting pertamanya, yang sepanjang 2.000 kata dalam bahasa Inggris, Ahmadinejad berjanji untuk menulis "singkat dan sederhana" di masa datang.
"Insya Allah, saya berniat untuk sepenuh hati menyelesaikan bincang-bincang saya di masa depan dengan alokasi waktu 15 menit," kata dia.
Tidak jelas seberapa bagus tanggapan terhadap blog Ahmadinejad. Jumlah pengguna tampaknya tinggi, sore waktu Tehran. Hampir 12 ribu orang ikut serta dalam pemberian suara online.
Namun, Keivan Mehrgan, blogger yang bermukim di Tehran, mengatakan kepada kantor berita the Associated Press bahwa upaya presiden Iran itu hanya jurus publisitas. "Ahmadinejad dulu tidak pernah berhubungan dengan internet dan bahkan mengecam wartawan dan blogger sebelum menjadi presiden," katanya.
Sumber: BBC
31 May 2006
Klaten dan Yogya Masih Butuh Bantuan
bisa menghubungi saya di 081802422603, atau bisa titip ke rek no 0033357690 atas nama Muhamad Sulhanudin, BNI Cab. Undip Pleburan. Insya Alloh bantuan akan sampai tepat kepada yang sangat membutuhkan.
Versi lain tulisan ini dipublikasikan di Suara Merdeka CyberNews
Selengkapnya......
27 May 2006
Yogyakarta Diguncang Gempa
Hari ini, Sabtu (27/5) sekitar pukul 06.00 WIb, gempa bumi berkekuatan 5,9 Skala Richter mengguncang Yogyakarta, Klaten, Solo, Magelang dan sekitarnya. Disaat yang sama, warga setempat masih cemas akan kondisi Gunung Merapi yang masih dalam status "awas".
Kerusakan bangunan di kawasan Kota gede Yogyakarta (foto oleh mediacenter.org)
Jumlah korban meninggal dunia mencapai ribuan orang. Terakhir, lebih dari 2500 orang meninggal, dan diperkirakan jumlah itu masih akan bertambah. Korban terbanyak dari Bantul, Yogyakarta.
Sebagian warga berhamburan ketakutan akan adanya Tsunami. Tragedi Tsunami yang menimpa Aceh dan sekitarnya akhir tahun 2004 lalu rupanya masih membayangi mereka. Kondisi terkendali setelah polisi memastikan tidak adanya Tsunami dan meminta warga kembali.
Gempa juga telah merusak beberapa aset penting. Diantaranya adalah Candi Prambanan, dan juga Museum Keraton Jogjakarta. Sejumlah instalasi listrik PLN sampai alat pendeteksi aktivitas Gunung Merapi milik BPPTK, rusak.
Malam ini Presiden Soesilo Yudhoyono menginap di tenda pengungsian bersama warga di Yogyakarta. Malam ini warga Yogyakarta diminta tidur di luar rumah karena dikhawatirkan akan adanya gempa susulan. Presiden Yudhoyono akan berada di Yogya dalam beberapa hari ke depan.
Di Semarang, gempa dirasakan oleh warga Banyumanik dan warga Semarang Selatan (atas). Gempa berkekuatan 1 SR itu sempat membuat warga panik. Mereka keluar rumah. Hal yang sama juga dialami oleh para tamu hotel Ciputra, yang terletak di kawasan Simpang Lima. Mereka turun ke lobby saat merasakan adanya getaran di sekitar bangunan hotel.
Saya sendiri baru mengetahui kabar ini siang harinya. Pagi tadi saya masih tidur nyenyak, he2. Sebelumnya seorang teman dikabari oleh keluarganya di Kudus tentang adanya gempa di sana. Ternyata gempa juga dirasakan oleh warga Kudus dan Demak. Saya baru tahu kabar gempa di Yogya dan sekitarnya itu setelah mengakses internet.
30 April 2006
Selamat Jalan, Pram
Innalillahi wa innailaihu rojiun....
Minggu (30/4) pagi sekitar jam 09.00 WIB, Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia di kediamannya di Jalan Multikarya II No 26, Utan Kayu, Jakarta Timur.
Sampai menjelang tutup usianya pada 81 tahun ( 2 Februari 1925 - 30 April 2006) Pram dikenal sebagai sosok penulis yang produktif. Puluhan karya telah lahir dari tangannya. Beberapa diantaranya telah memenangkan penghargaan. Ia juga sempat dicalonkan sebagai penerima Hadiah Nobel Sastra. Kepergianya ini jelas membuat kehilangan banyak orang.
Pram pernah ditahan selama 3 tahun pada masa kolonial dan 1 tahun pada masa Orde Lama. Pada masa Orde Baru Pram menjadi tahanan politik selama 14 tahun tanpa proses pengadilan.
Tak cukup itu, karyanya beberapa kali dibakar oleh Angkatan Darat sewaktu masa Orde Baru. Sebagian besar karyanya baru diterbitkan kembali setelah masa reformasi. Dan ternyata mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari kalangan pecinta buku, khususnya pecinta buku sastra. Karyanya ini banyak merekam isu sejarah. Buku terakhir yang diterbitkan adalah Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (2005).
Sewaktu masih hidup, rokok merupakan teman karibnya. Ia bisa menghabiskan 32 batang dalam sehari. Maka sebelum ketika sakitpun, ia masih sempat meminta rokok. Satu hal yang unik menjelang kepergiannya ini, Pram punya hobi baru bakar-bakar sampah. Sampah-sampah di halaman rumahnya sampai sampah tetangga ia kumpulkan kemudian ia bakar. Selain bakar-bakar sampah, Pram juga membakar baju-baju lamanya. Semalam sebelum meninggal, ia bertanya "Apakah masih ada sampah yang belum dibakar?"
Kesetiaannya pada rokok berbanding lurus dengan konsistensinya ia menulis. Ia sangat produktif merokok, tapi juga banyak menghasilkan karya. Tapi mengenai hobi baru bakar-bakar itu, apakah ada kaitanya dengan karya Pram yang dulu beberapa kali diberangus oleh pemerintah Orde Baru? Ataukah itu menyiratkan keinginanya untuk menghapus segala kenangannya?
Sehari sebelum meninggal, Sabtu (29/4), Pram minta pulang ke rumahnya ketika sedang menjalani perawatan di rumah sakit. Ia ingin dirawat dirumah saja. Apakah ini juga petanda?
Sehari sebelumnya juga telah beredar kabar di beberapa milis, Pram telah meninggal dunia. Ada yang kemudian menyampaikan bela-sungkawanya. Ternyata kabar itu hanya gosip. Saya mengeceknya sendiri menelpon ke kediamannya Pram. Seorang lelaki mengatakan Pram masih hidup. Ia membenarkan bila Pram malam itu telah dibawa pulang ke rumahnya di Utan Kayu.
Paginya, sekitar pukul 09.30, saya mendapat kabar Pram telah tiada. Kali ini bukan gosip lagi, karena berita itu saya dapatkan dari kantor berita Antara, dan juga telah dimuat di Kompas CyberMedia.
Sekalipun tak ada hubungan darah dengan sastrawan besar itu, saya merasa sangat kehilangan. Ada perasaan sedih. Bangsa ini kehilangan orang hebat. Akankah adalagi orang-orang seperti Pram, yang konsisten menulis, kukuh dengan prinsipnya?
Selamat jalan Pram, damailah di syurga...
29 August 2005
Selamat Jalan Cak Nur
Innalillahi wa inna ilahi rajiuun.
Nur Cholis Madjid, yang akrab dipanggil Cak Nur, meninggalkan kita semua. Kepergiannya meninggalkan perjuangan panjang yang belum sempat dituntaskan. Sampai saat ini masih ditemukan pertikaian antar umat beragama. Bahkan sesama pemeluk seagama pun bisa jadi bermusuhan gara-gara terdapat sedikit saja prinsip yang berbeda.
Wawasan keagamaan Cak Nur amat luas. Pemikirannya plural. Bersikap tegas dan kritis dalam menyikapi setiap persoalan bangsa. Kehadirannya mampu menjembatani umat islam Indonesia dengan Barat. Bukan lantas kemudian dia adalah corong Barat, seperti tuduhan yang dilontarkan oleh sekelompok umat muslim yang kurang senang atas pemikiran cak Nur. Justru karena ada figur pemikir Akan tetapi dia telah memberikan teladan bagaimana seorang umat beragama yang sejati, yang memberikan pengayoman kepada siapapun.
Kita bisa memetik banyak pelajaran dari setiap pemikirannya. Seperti bagaimana menjadi seorang muslim dan warga negara yang baik.
Konsep pemikiran cak Nur tentang islam berangkat dari 'islam rahmatan lil alamin'. Agama yang ahir ke muka bumi untuk memberikan rahmat pada sesama. Allah akan tetap memberkati siapapun yang mohon perlindunganNya. Sifat RahmanNya teramat luas untuk semua penghuni alam semesta raya.
Kita ini teramat kecil, kenapa sering merasa angkuh pada sesama saudara yang sebenarnya bagian dari kita. Apalagi sampai menghukuminya karena merasa sudah paling benar. Naudzubillah tsumma naudzubillahi min dzaalik. Semoga sifat RahmanNya menyelamatkan mereka yang lalai di dunia, dan sifat RahimNya akan menyertai mereka ke alam sejati, bagi mereka yang mengamalkan hakekat kewajibannya sebagai seorang hamba. Hamba yang punya kewajiban mengabdi pada sang khalik dan berbuat baik pada sesama.
Semoga segala amal perbuatannya semasa di dunia di terima di sisi Allah dan mohon segala kesalahan dan kekhilafan dimaafkanNya. Amiin.