18 August 2006

Ahmadinejad Luncurkan Weblog

Nama Mahmoud Ahmadinejad, melejit ke seantero jagad, akibat sikapnya yang menentang keras terhadap dominasi Amerika Serikat. Kini presiden Iran itu telah bergabung dengan masyarakat internet internasional dengan membuka weblog pribadinya.

Peluncuran blog www.ahmadinejad.ir dilaporkan di televisi negara, yang mengimbau pengguna internet mengirimkan pesan kepada sang presiden.


Dalam posting pertamanya, yang bertajuk otobiografi, Ahmadinejad menuturkan kisah masa kecilnya, revolusi Islam Iran, dan perang Iran-Irak. Posting pertama ini ditulis dalam bahasa Persia, Arab, Inggris dan Perancis tertera hari Jumat. Posting itu juga menyertakan RSS feed untuk menyampaikan entry baru kepada pembaca.

Nama Mahmoud Ahmadinejad, melejit ke seantero jagad, akibat sikapnya yang menentang keras terhadap dominasi Amerika Serikat. Kini presiden Iran itu telah bergabung dengan masyarakat internet internasional dengan membuka weblog pribadinya.

Peluncuran blog www.ahmadinejad.ir dilaporkan di televisi negara, yang mengimbau pengguna internet mengirimkan pesan kepada sang presiden.

Dalam posting pertamanya, yang bertajuk otobiografi, Ahmadinejad menuturkan kisah masa kecilnya, revolusi Islam Iran, dan perang Iran-Irak. Posting pertama ini ditulis dalam bahasa Persia, Arab, Inggris dan Perancis tertera hari Jumat. Posting itu juga menyertakan RSS feed untuk menyampaikan entry baru kepada pembaca.

Ahmadinejad mulai dengan menuturkan asal-usulnya yang sederhana. "Pada masa derajat kemuliaan merupakan prestise, dan hidup di kota adalah bentuk kesempurnaan, saya terlahir di keluarga miskin di desa terpencil Garmsar, sekitar 90km barat Tehran," tulis dia.
Ayahnya adalah "pandai besi yang bekerja keras" dan "orang saleh", yang memutuskan memindahkan keluarganya ke Tehran, ketika Ahmadinejad baru berusia satu tahun.

Saat menggambarkan diri sebagai "siswa yang menonjol", sang presiden menuturkan bagaimana dia berprestasi bagus di sekolah, dan merebut peringkat ke-132 dari sekitar 400 ribu siswa yang ikut ujian masuk perguruan tinggi, meski saat itu mengalami pendarahan hidung.

Ahmadinejad juga menyinggung kekaguman dan kecintaannya kepada pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Ruhollah Khomeini, membahas perang Iran-Irak, seraya menyebut pemimping terguling Irak Saddam Hussein "agresor" yang mabuk dengan kekuasaan.

Amerika Serikat juga dikecam keras oleh sang presiden. Dalam salah satu bagian blognya, dia menggambarkan negara itu "Amerika Serikat si Setan Besar" karena kebijakan yang dia katakan mendukung "kelompok-kelompok teroris" yang mencoba meruntuhkan pemerintah Islam Iran.


"Insya Allah, saya berniat untuk sepenuh hati menyelesaikan bincang-bincang saya di masa depan dengan alokasi waktu 15 menit," Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad



Blog sang presiden itu juga menyertakan jajak pendapat yang menanyakan apakah pengguna berpendapat bahwa Amerika Serikat mencoba memicu perang dunia baru. "Apakah anda berpendapat niat dan tujuan Amerika dan Israel menyerang Libanon adalah memicu perang dunia lain?"

Dalam blog itu terdapat formulir isian atau postform bagi pengguna bagi presiden, dan juga galeri foto yang memuat rangkaian foto si blogger alias penulis blog.

Peluncuran Ahmadinejad di internet ini berlangsung, sementara pemerintah Iran masih melakukan sensor internet. Di negara tempat media dikendalikan secara ketat, internet menjadi forum utama bagi suara-suara pembangkang. Namun, dalam upayanya menindak para blogger anti-pemerintah, pemerintah Iran menerapkan sistem sensor internet paling canggih di dunia.

Pembatasan semacam itu tidak menimbulkan masalah bagi sang presiden. Namun, pada ujung posting pertamanya, yang sepanjang 2.000 kata dalam bahasa Inggris, Ahmadinejad berjanji untuk menulis "singkat dan sederhana" di masa datang.

"Insya Allah, saya berniat untuk sepenuh hati menyelesaikan bincang-bincang saya di masa depan dengan alokasi waktu 15 menit," kata dia.

Tidak jelas seberapa bagus tanggapan terhadap blog Ahmadinejad. Jumlah pengguna tampaknya tinggi, sore waktu Tehran. Hampir 12 ribu orang ikut serta dalam pemberian suara online.

Namun, Keivan Mehrgan, blogger yang bermukim di Tehran, mengatakan kepada kantor berita the Associated Press bahwa upaya presiden Iran itu hanya jurus publisitas. "Ahmadinejad dulu tidak pernah berhubungan dengan internet dan bahkan mengecam wartawan dan blogger sebelum menjadi presiden," katanya.

Sumber: BBC

Selengkapnya......

05 August 2006

The Real Mujahid

Aksi mengutuk serangan militer Israel ke Palestina dan Lebanon merebak di berbagai daerah di tanah air. Amerika Serikat yang menjadi sponsor utama Israel tak luput dari kecaman. Dua negara itu dijuluki sebagai teroris, the real teroris. Seperti yang tampak pada poster yang dibawa oleh anak ini.

Apabila AS dan Israel mendapat julukan "The Real Terorist" maka anak kecil ini layak disebut "The Real Mujahid". Are you the next Mujahid?


Aksi mengutuk serangan militer Israel ke Palestina dan Lebanon merebak di berbagai daerah di tanah air. Amerika Serikat yang menjadi sponsor utama Israel tak luput dari kecaman. Dua negara itu dijuluki sebagai teroris, the real teroris. Seperti yang tampak pada poster yang dibawa oleh anak ini.

Apabila AS dan Israel mendapat julukan "The Real Terorist" maka anak kecil ini layak disebut "The Real Mujahid". Are you the next Mujahid?

Selengkapnya......

03 August 2006

Keramahan sebuah Pelayanan

Siang itu, saya mengunjungi sebuah bank terkemuka. Baru saja saya membuka pintu, dua orang laki-laki bertubuh tegap, menyapa saya, "selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu?" ucapnya dengan raut muka senyum ramah.

Salah seorang diantaranya kemudian mengantarkan saya menuju customer service, "silakan mengambil nomor antri, dan menunggu di sini," ucapnya lagi, sambil menunjukkan tempat tunggu untuk para nasabah.

Tak lama kemudian, nomor urut saya dipanggil. Setiba di customer service saya kembali disapa dengan senyum ramah perempuan berparas anggun dengan penampilan yang serba rapi. Saya pun kemudian menyampaikan keperluan saya.

Keramahan menjadi daya magis keberhasilan sebuah usaha jasa.

Siang itu, saya mengunjungi sebuah bank terkemuka. Baru saja saya membuka pintu, dua orang laki-laki bertubuh tegap, menyapa saya, "selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu?" ucapnya dengan raut muka senyum ramah.

Salah seorang diantaranya kemudian mengantarkan saya menuju customer service, "silakan mengambil nomor antri, dan menunggu di sini," ucapnya lagi, sambil menunjukkan tempat tunggu untuk para nasabah.

Tak lama kemudian, nomor urut saya dipanggil. Setiba di customer service saya kembali disapa dengan senyum ramah perempuan berparas anggun dengan penampilan yang serba rapi. Saya pun kemudian menyampaikan keperluan saya.

*****
Bagi sebuah usaha pelayanan jasa, seperti bank, keramahan pelayanan menjadi hal yang sangat penting. Dengan raut muka tersenyum para pegawai menyapa setiap pengunjung. Ini harus dilakukan, tak peduli apakah mereka tengah punya masalah keluarga, apakah sebelum berangkat kerja yang bersangkutan baru saja berantem dengan sang suami, "pokoknya berikan pelayanan semaksimal mungkin".

Untuk apa hal itu dilakukan?

Tak dipungkiri, ketika menjumpai para pegawai bank yang ramah itu, saya merasa nyaman. Setidaknya keramahan para pegawai itu mengurangi depresi saya yang tengah menghadapi banyak masalah. Apalagi agenda kedatangan saya siang itu untuk lapor kehilangan. Tiga hari sebelumnya, saya kehilangan ATM. ATM bersma dompet dan seisinya tertinggal setelah mengambil uang di ATM di dekat kampus.

Saya juga sempat berpikir, jangan-jangan para pegawai itu melakukannya dengan pura-pura. Bisa saja mereka melakukannya dengan terpaksa karena tuntutan profesi. Apakah mereka juga tidak sedang punya masalah, problem keluarga misalnya?

Sesekali saya memerhatikan sorot mata customer service yang tengah berbicara dengan saya siang itu. Saya juga mengamati setiap gerak tubuhnya. Wah, lumayan juga nih, he....

"Kami punya produk baru, apakah anda sudah memanfaatkannya," ucap perempuan itu mengagetkan saya.

Ia menjelaskan kepada saya tentang kelebihan fasilitas baru itu. Saya tak banyak bicara, cuma sesekali menganggukkan kepala. "Oke deh, saya minta brosurnya, biar nanti saya baca-baca lagi," jawab saya.

Saya baru menyadari, dengan memberikan jawaban itu, saya tiba-tiba rela menjadi pelanggan yang baik. Saya pun saat itu tak keberatan menuruti apa yang dikatakan, seolah-olah tak mau mengecewakannya. Sebelum meninggalkan bank, perempuan itu masih mengucapkan terima kasih dan ucapan-ucapan manis lainnya secara apresiatif. Ketika akan keluar dari bank, dua orang pria membukan pintu untuk saya.

Siang itu saya benar-benar menjadi orang istimewa. Andai saja tiap hari saya menjumpai orang-orang seperti di bank itu, alangkah damainya hidup ini,..... :)

Selengkapnya......

Kekejaman Sebuah Perang

Saya, dan mungkin juga anda, pasti geram atas apa yang dilakukan tentara Israel terhadap warga Palestina dan Lebanon. Atas dasar apapun, tindakan Israel melukai warga sipil jelas tak bisa dibenarkan.

Apakah anda juga berfikir Israel yang dengan alat supercanggihnya salah mengebom pos pasukan perdaiaman PBB, salah mengebom pemukiman, sampai ambulans juga ikut menjadi sasaran bom?

Aksi mengutuk serangan Israel yang menewaskan ratusan warga sipil di Lebanon dan Palestina. Warga sipil menjadi sasaran dari perseteruan tentara Isarael vs pejuang Hezbulloh.

Mereka bilang, Hizbulloahlah yang memulainya lebih dulu karena menyandera 2 militernya. Simon Perez belakangan bilang, kesalahan dalam peperangan itu lazim terjadi, kemudian dengan entengnya bilang, minta maaf.

Saya mendukung pemerintah Lebanon yang menolak permintaan maaf Israel. Jangan salahkan juga bila akhirnya warga akhirnya bersimpatik terhadap perjuangan Hizbulloh.

Namun hingga saat ini negara-negera internasional seolah tak mampu menghentikan tindakan biadap militer Israel itu. Bahkan PBB, Sebuah lembaga perdaiaman internasional terbukti lemah untuk mengendalikan masalah yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya. Satu-satunya negara yang berani mengecam keras adalah Iran.

Mantan Sekjen PBB, Boutros Boutros-Ghali menegaskan PBB dan komunitas internasional tidak akan mampu menghentikan perang di Lebanon selama AS masih di pihak Israel.

Memang AS telah berkali-kali melanggar kesepakatan dan tidak mengindahkan seruan internasional. Disaat publik internasional mengutuk serangan Israel, AS malah mengirim bantuan senjata "berat". Ketika publik mendesak AS agar sekutunya itu menghentikan serangan ke warga sipil, dan melakukan genjatan senjata, negara adidaya itu malah menolak. Terus apa maunya sih!

Dengan dalih untuk memerangi terorisme, membela demokrasi, negara itu mencampuri kedaulatan negara lain. Dengan serta-merta AS melakukan operasi militernya di Afghanistan, karena pemerintah Taliban dituduh melindungi Teroris.

Militer AS juga telah menewaskan ribuan warga Irak , meski tuduhan pengembangan senjata pemusnah massal di oleh pemerintah Irak itu tidak terbukti. Bahkan setelah berhasil menggulingkan Saddam Hussein, militer AS juga masih melakukan pendudukan di negera itu dengan alasan untuk proses pemulihan dan pengawalan pemerintahan Irak yang baru.

Belakangan Iran dan Korea Utara bersitegang dengan AS atas tuduhan pengembangan senjata pemusnah massal. Pemerintah Iran menolak tuduhan AS dan mengatakan bahwa pengayaan uranium itu untuk mengembangkan jaringan tenaga listrik di negaranya. Karena AS masih saja tak percaya, Iran pun mulai manantang. Hal yang sama juga dilakukan Korut. Negara itu menyatakan siap ebrperang dengan AS.

Saya salut dengan dua negera itu. Mereka adalah simbol perlawanan atas dominasi AS yang ingin menguasai dunia. Selain Iran dan Korut, masih ada lagi Kuba dan Venezuela, dua negera pro-sosialis. Tak segan-segan, negera sosialis itu berani mengusir duta besar AS karena melakukan penghinaan atas pemerintahannya.

Bagaimana dengan negara-negara lainnya, termasuk Indonesia. Masak cuma FPI saja yang berani berteriak keras atas serangan militer Isarael?

Bagaimana anda melihat persoalan ini. Apa sebenarnya yang melatarbelaknginya. Apakah benar ada persoalan geopolitik, ataukah ada perang ideologi, antara Zionis-Islam?

Tanggapan Billy Antoro (milis jurnalisme-sastrawi@yahoogroups.com)

Akhir-akhir ini, tiap melihat gambar Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan di layar televisi, saya menjulurkan jari tengah saya ke arahnya. Itu tanda 'penghinaan' saya terhadap komunitas dunia yang masih diam dengan penindasan nilai-nilai kemanusiaan yang telah dan sedang terjadi di Libanon oleh Israel. Seruak kebencian juga terlontar begitu saja dari mulut saya ketika Menlu Amerika Serikat Rice dan aparat George Bush lain tampil. Mereka memasok ribuan ton
amunisi, baik bom maupun rudal, ke Israel untuk membunuhi warga tak berdosa.

Bagaimana dengan dunia internasional? Bangsat! Diam saja. Cuma bisa komat-kamit tanpa aksi. Negara arab? Banci! Bisanya cuma mengecam.

Saya pikir ini bukan soal agama semata. Ini politik! Tepatnya geopolitik--perebutan tanah oleh imperialis Israel. Pelajarilah sejarah keberadaan Israel di tanah Palestina itu. Juga campur tanganInggris dan sejumlah negara Eropa dan Amerika. Sebab kejadian kini adalah kelanjutan peristiwa lampau.

Saya sangat mendukung gerakan-gerakan perlawanan untuk melawan imperialis Israel (di Palestina dan Libanon) dan Amerika Serikat (di Irak dan Afghanistan). Ini bentuk penjajahan klasik (perang fisik) yang lebih modern--pemutarbalikkan fakta lewat pengendalian opini
dunia. Hizbullah, Hammas dan organisasi perlawanan lain dibilang teroris. Padahal mereka hanya sekumpulan orang yang melawan penindasan yang kasat mata dilakukan Israel dan Amerika Serikat. Mereka tidak ingin keluarga dan saudara mereka terus dibunuhi dan
harta benda mereka dirampas. Itu saja!

Kesedihan saya makin bertambah ketika kaum ulama Wahhabi Arab Saudi--mayoritas di negara ini--mengatakan bahwa pejuang Hizbullah adalah orang-orang Syi'ah yang tidak layak dibantu. Saya tidak mengerti dengan jalan pikiran mereka. Mereka, saya pikir, telah tertutup mata hatinya dengan penindasan kemanusiaan di depan matanya sendiri. Mereka telah mencoreng Islam sebagai agama yang sangat menghormati arti satu nyawa manusia dalam kehidupan.

Namun saya kembali sadar. Seperti waktu-waktu penyerangan Amerika Serikat ke Afghanistan dan Irak, yang menewaskan ribuan penduduk sipil perempuan dan anak-anak, yang menyebabkan jutaan rakyat dunia turun ke jalan-jalan kota di negaranya, saya hanya bisa menyumpah serapahi mereka. Frustasi karena upaya demonstrasi tak bisa menghentikan kebiadaban mereka. Apa yang bisa saya lakukan?

Sebagai orang media, seniman atau apalagi di komunitas milis ini, teman-teman, apa yang bisa kita lakukan? Jangan katakan kita cuma bisa berdo'a!

  • Billy Antoro, mantan pegiat LPM Transformasi, Lembaga Pers Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), alumni Workshop Jurnalisme Sastrawi di Semarang 7-12 Februari 2005.

Selengkapnya......

01 August 2006

Maaf, Numpang Iklan Korupsi

Iklan ini dimuat di Harian Bisnis Indonesia beberapa waktu lalu. Pemasang iklan yang beritikad baik melaporkan adanya dugaan korupsi di PT Bhakti Investama kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya minta ampun karena mendapat intimidasi.


Iklan ini dimuat di Harian Bisnis Indonesia beberapa waktu lalu. Pemasang iklan yang beritikad baik melaporkan adanya dugaan korupsi di PT Bhakti Investama kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya minta ampun karena mendapat intimidasi.

Selengkapnya......