Berlin, Jerman-- Harapan Argentina melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2006 kandas, setelah kalah adu penalti dengan Jerman dengan hasil akhir 4-2. Padahal Argentina telah unggul lebih dulu pada babak pertama melalui sundulan manis Roberto Ayala pada menit ke-49.
Ketinggalan satu gol dari tim lawan, Argentina terus melancarkan serangan. Sebaliknya, permainan Argentina lebih terkonsentrasi pada pertahanan, meski beberapa kali melakukan serangan balik.
Berlin, Jerman-- Harapan Argentina melaju ke babak semifinal Piala Dunia 2006 kandas, setelah kalah adu penalti dengan Jerman dengan hasil akhir 4-2. Padahal Argentina telah unggul lebih dulu pada babak pertama melalui sundulan manis Roberto Ayala pada menit ke-49.
Ekspresi kegembiraan Roberto Ayala setelah mencetak gol ke gawang Jerman. Namun kegembiraan itu harus berakhir dengan kesedihan, karena Argentina akhirnya kalah dalam adu penalti.
Ketinggalan satu gol dari tim lawan, Argentina terus melancarkan serangan. Sebaliknya, permainan Argentina lebih terkonsentrasi pada pertahanan, meski beberapa kali melakukan serangan balik.
Hingga babak pertama berakhir, Argentina masih unggul. Serangan-serangan yang dibangun oleh Ballack Cs masih digagalkan oleh lini pertahanan Argentina.
Pada menit ke-80 Jerman berhasil menyamkan kedudukan. Gol ini tercipta melalui sundulan kepala Miroslave Klose setelah menerima umpan manis dari Ballack yang lebih dulu mengenai kepala pemain belakang Argentina.
Kedudukan 1-1 bertahan hingga babak kedua berakhir. Waktu tambahan pun diberikan. Namun tak juga merubah kedudukan. Tibalah saat-saat yang menegangkan. Jerman dan Argentina harus menyelesaikan pertandingan ini dengan adu penalti.
Jerman mendapat giliran menendang pertam kali. Tendangan-tendangan keras para pemain Jerman terbukti lebih banyak menghasilkan gol. Jerman unggul 4-2 melalui tendangan Neuville, Ballack, Podolski dan Borowski. Dua pemain Argentina yang gagal menyarangkan gol justru pemain yang diunggulkan, yakni Ayala dan Cambuasso. Di sisi lain, kelihaian sang kiper yang mampu membaca arah tendangan para pemain Argentina patut diacungi jempol.
Kemenangan Jerman ini sekaligus mengantarkan Ballack terpilih sebagai Man of The Match. Predikat Ballack ini memang layak diberikan. Di saat pemain Jerman hampir frustasi, Ballack mampu membangkitkan semangat dan mental para pemain.
30 June 2006
Argentina Akhirnya Gigit Jari
10 June 2006
Kesetiaan Orang Tua
"Pli, bapak akan pergi ke Malaysia. Ini buku rekeningnya, hasil penjualan rumah kita. Bapak cuma ngambil sedikit untuk ongkos, sisanya buat kamu," ucap pria itu. Ia masih berdiri di depan anaknya. "Pli, bapak berangkat ya?" ucapnya lagi. "Berangkat aja sana," balas Kipli.
Pria itu tak sanggup lagi menahan air matanya. Ia sedih, kecewa, mendapati anak sematawayangnya yang malah sama sekali tak menunjukkan kesedihan ketika akan ditinggal sang ayah.
Pak Haji Romli, yang diperankan oleh Deddy Mizwar, sedang menasehati Ayahnya Kipli.
Ketika sang ayah sudah sampai di ujung gang, tiba-tiba saja Kipli berlari menyusulnya. "Bapak....... " teriaknya. Pria itu menoleh, dan langsung memeluk anaknya. "Bapak maafkan Kipli, maafkan Kipli," ucap anak kecil itu yang sebelumnya ketus itu, menyesal.
Cerita di atas adalah salah satu episode sinetron "Kiamat Sudah Dekat", yang ditayangkan pada 9 Juni di SCTV. Ayah Kipli terpaksa menjual rumahnya untuk ongkos ke Malaysia. Ia akan bekerja di sana.
"Bapak terpaksa pergi ke Malaysia, karena di sini tak ada pekerjaan. Salah kakekmu dulu tak menyekolahkan Bapak. Bapak akan cari uang di Malaysia untuk biaya sekolah kamu, nak," ucapnya sebelum perpisahan dengan anaknya itu.
KASIH ORANG TUA bak samudra tak berbatas. Begitulah kira-kira pesan yang hendak disampaikan dalam episode sinetron "Kiamat Sudah Dekat" kali ini. Ini bisa dilihat dari kekuatan hati sosok ibu dalam keluarga Saprol dan bu Endang. Bu Endang memberikan dukungan atas cita-cita anaknya yang ingin menjadi rocker.
"Tapi ibu kan pernah bilang, cita-cita Saprol itu bisa diubah. Saya akan nerima Pak Haji menikah dengan ibu agar kita tak perlu pindah rumah. Saprol nggak apa-apa tak jadi Rocker. Saya kasihan pada ibu," ucap Saprol pada ibunya.
"Kamu harus jadi rocker karena itu cita-citamu. Ibu akan cari uang. Insya Alloh akan dipermudah karena kau punya cita-cita," ucapnya.
Kipli tampak gusar dengan gaya khasnya menggaruk-garuk kepala. "Wah, kok jadi membingungkan. Guwe musti kembaliin uang ini ke Pak Haji, karena guwe sudah bilang kalau kau akan meluluskannya," ucap Kipli pada Saprol.
Kipli telah terlanjur bilang kepada Pak Haji Romli bahwa Saprol akan meluluskannya untuk menikahi ibunya. Sebelumnya Pak Haji memang diberi serangkaian persyaratan oleh Saprol. Dia harus bisa nyanyi Rock untuk bisa menikahi ibunya. Beberapa kali tes, Saprol belum juga meluluskan Pak Haji. "Wah lagu apaan itu, itu sih bukan lagu Rock," ucapnya.
Atas: Saprol bercita-cita menjadi rocker.
Bawah: Kipli dengan gaya fungkinya.
KISAH BU ENDANG dan Bapaknya Kipli dipertemukan bagaimana kasih dari sosok orang tua kepada anaknya. Bapak Kipli yang sebelumnya tergila-gila bermain togel, menyadari kesalahannya yang telah menyianyiakan anaknya, Kipli, yang malah diasuh oleh orang lain. Pada akhirnya ia berniat untuk memenuhi tanggungjawabnya sebagai orang tua.
Bu Endang yang semula menyarankan agar anaknya, Saprol, mengurungkan cita-citanya untuk menjadi Rocker, namun pada akhirnya malah mendukungnya ketika sang anak ingin menuruti keinginan ibunya.
Siang itu juga Bu Endang dan Saprol memutuskan pindah rumah. Rumah kontrakannya akan dijual oleh pemiliknya kepada pemborong yang punya proyek di desanya. Dia bersama anaknya, Saprol, dan Kipli menaiki mobil bak terbuka mengakut barang-barangnya. Ketika melintasi depan rumah Pak Haji, mobil pengangkut barang itu berhenti. Bu Endang pamit pada pak Haji.
Sarah menitikkan airmata menjumpai ayahnya yang terperangah melihat kepergian Bu Endang. Tapi Pak Haji Romli justru bilang ""Kalian nanti seperti bu Endang itu kalau sudah punya anak. Orang tua harus menghargai cita-cita anaknya," ucap Pak Haji kepada anak perempuan dan menantunya, Pandi, yang diperankan oleh Vokalis Kelompok Band Stinky.
Yang dominan pada sinetron "Kiamat Sudah Dekat" ini adalah penjungkirbalikan sesuatu yang sudah lazim di masyarakat. Pak Haji yang belajar nyanyi rock gara-gara ingin menikahi janda yang anaknya ingin menjadi rocker. Si Pandi, menantu Pak Haji, anak muda slengeean yang baru belajar tentang agama, tiba-tiba ingin naik haji. Saprol yang tak mau berkompromi dengan cita-citanya. Kipli yang tak mengakui ayahnya yang tak pernah bertanggungjawab menafkahinya. Benar-benar kiamat sudah dekat!
*Baca juga esai tentang sinetron "Kiamat Sudah Dekat" Iman dalam Keluarga Tak Sempurna
Jerman Unggul, Kosta Rika Dipuji
Muenchen, Jerman. Tim nasional Jerman berhasil unggul atas Kosta Rika dengan hasil akhir 4-2 pada laga perdana Piala Dunia yang berlangsung di Muenchen, Jumat (9/6). Meski kalah dari Jerman, penampilan Kosta Rika tidak mengecewakan karena bisa mengimbangi permainan tim Jerman yang termasuk salah satu tim yang diunggulkan.
Philip Lump membuka gol Jerman pada menit ke-6. Gol cantik itu langsung disambut oleh pendukung tim Jerman yang berkostum putih. Begitu pula dengan pelatihnya, Juergen Klinsmann, tak dapat menyembunyikan kegembiraannya atas kerja bagus anak asuhnya.
Namun kemenangan Jerman tak berlangsung lama. Enam menit kemudian Paulo Wanchope membayar satu gol untuk Kosta Rika. Gol ini terjadi ketika pertahanan timnas Jerman lengah. Para pemain terkonsentrasi untuk menyerang. Whancope kurang mendapat kawalan lini pertahanan Jerman. Mereka semula mengiranya offside. Dan gol itu pun benar-benar menjebol gawang Jerman yang dijaga oleh Jens Lehmann.
Jerman menambah kedudukannya menjadi 2-1 melalui tendangan Miroslave Klose setelah sebelumnya sang kiper kurang cermat menangkap sundulan kepala Klose itu. Babak pertama berakhir dengan skor 2-1 untuk Jerman.
Pada babak kedua Whancope kembali membobol gawang Jens Lehmann. Kesalahan kembali terulang. Pertahanan Jerman kembali lengah. Ketidakhadiran Ballack menjadi salah satu alasan.
Klose kembali menambah gol untuk Jerman melalui tendangan manisnya setelah menerima umpan silang dari sebelah kiri. Gol Jerman ditutup oleh Frings melalui tendangan kerasnya pada menit ke 87 memperkuat kedudukan Jerman 4-2.
Dari awal hingga pertandingan usai, tim Jerman menunjukkan tempo permainan yang cepat. Para pemain terus melakukan serangan. Bertubi-tubi lini pertahanan Kosta Rika ditekan oleh anak-anak Jerman. Satu hal yang disayangkan, lini pertahanan Jerman kurang mendapat perhatian.
Hal itu terlihat dari dari begitu mudahnya dua gol Kosta Rika ke gawang Jens Lehmann. Tercetaknya dua gol Kosta Rika terjadi karena kelangahan lini pertahanan anak asuh Klinsmann itu. Meski Kosta Rika kalah, setidaknya mereka telah mengimbangi permainan tuan rumah yang sedari awal lebih diunggulkan.
Baca tulisan ini di Suara Merdeka CyberNews.
08 June 2006
Mitos Kebahagiaan
Sudahkah anda menikmati hidup yang anda jalani saat ini, dan apa yang menjadi ukuran kebahagian menurut anda?
Ketika menjawab pertanyaan serupa, saya buru-buru mem-blacklist materi atau harta-benda sebagai tolok ukur kebahagian hidup. Saya ingin mengatakan bahwa materi bukan segalanya, kebahagian itu berpusat pada suasana hati, kejiwaan, ruhaniah.
Tapi pada saat yang sama, saya tak dapat memungkiri kalau sebagian persoalan yang saya hadapi, setidaknya untuk saat ini, diakibatkan oleh masalah keuangan. Andai saja aku punya, aku pasti bisa ini, bisa itu.
Tiba-tiba saja slide-slide gambar itu bermunculan. Seorang lelaki hidup berkecukupan. Apapun yang diinginkan terwujud. Ia ingin membawa terbang orang-orang yang dicintainya keliling dunia dengan menggunakan pesawat pribadi. Ke mana-mana mengendarai mobil mewah di dampingin perempuan-perempuan yang supercantik nan seksi. Bahkan ia ingin membeli perempuan yang paling cantik sekalipun dengan uang yang dimilikinya. Ia ingin memiliki apapun seharga harta yang dipunyai.
Ah, apakah dengan begitu bisa menjamin hidup kita bakal bahagia. Buktinya ada saja orang kaya yang hidupnya tak lebih bahagia dari orang yang miskin, ada saja keluarga kaya yang kerjaannya tiap hari berantem. Apakah materi bisa menjamin hidup seseorang menjadi lebih bahagia?
Orang miskin bisa saja bilang sudah cukup dengan makan lauk tempe, ke mana-mana naik sepeda onthel, punya TV juga masih monochrome, rumah tipe RSSS, masih ngontrak lagi. Andaikata sudah punya komputer, paling banter komputer jangkrik yang pra-pentium. Tapi dia bilang bisa hidup bahagia, masih selalu tersenyum dan berucap syukur alhamdulillah.
Romantis sekali hidup orang miskin itu. Kendati fasilitas kehidupan mereka minim, tapi tetap besar hati.
Sekarang, keluarga kaya. Suami-istri jarang di rumah. Tapi tiap kali bertemu selalu bertengkar. Anak-anak sering keluyuran, menjadi malas di rumah. Keluarga berantakan, tak bahagia kendati telah dicukupi oleh materi dan kekayaan.
Kenapa tak mengambil contoh keluarga yang kaya, punya rumah mewah, suami istri dan anaknya rajin sholat berjamaah. Hidupnya tenteram, jarang terdengar pertengkaran. Sering beramal pada orang-orang sekitar. Membantu pembangunan masjid atau tempat umat lainnya. Anak-anaknya juga pintar di sekolah. Kurang apalagi?
Orang sering membandingkan keluarga kaya yang ber-"masalah" untuk men-judge bahwa materi atau kekayaan bukan ukuran kebahagiaan seseorang. Di sisi lain, orang akan mengambil perbandingan keluarga yang secara ekonomi masih kurang, tapi kehidupannya harmonis.
Kalau pertanyaannya, lebih bahagia manakah, orang miskin atau kaya, jika keduanya sama-sama tak punya masalah dengan keluarga, dengan orang-orang di sekitar?
"Dalam kondisi yang sama, orang kaya dan orang miskin tetap akan lebih bahagia orang kaya. Kualitas kebahagian orang kaya lebih," ucap salah seorang dosen saya dikampus suatu saat.
Menurutnya, dalam suasana hati yang sama, orang kaya hidupnya lebih bahagia. Orang kaya yang keluarganya tak ada masalah, suami dengan istri baik, dengan anak juga baik, akan lebih bahagia dari keluarga yang baik dari keluarga yang miskin.
"Sudah miskin, keluarga bermasalah, jelas tambah susah. Masalahnya ganda. Kalau keluarga kaya bermasalah, kan cuma satu masalahnya," tukas dosen itu.
"Romantis itu hanya istilah bagi orang kaya. Bagi orang kaya, sesekali tak punya duit sangat romantis. Tapi bagi orang miskin, jadi masalah," tambahnya.
Benar, orang-orang kaya itu kadang berlaku aneh, mereka sesekali ingin menjadi orang miskin. Tiduran di atas koran di pinggir sungai, atau makan dengan lauk ikan asin yang dimakan langsung dengan jari tangan tanpa sendok yang disajikan di atas daun pisang, naik sepeda onthel, menumpang gerobak yang ditarik oleh sapi dan kerbau, sungguh sangat romantis bagi orang kaya itu merasakan kemelaratan seperti ini. Karena apa, karena mereka jarang menjalani kehidupan seperti itu.
Sementara bagi orang miskin, kemelaratan disikapi sebagai sebuah penderitaan. Mereka tak tau kalau justru kemelaratan seperti ini yang sesekali ingin dinikmati oleh orang kaya, kemeralatan seperti ini yang justru menjadi rekreasi bagi orang kaya. Yang diangankan oleh orang miskin, betapa enaknya menjadi seperti mereka, orang-orang yang secara financial berkecukupan. Romantisme dalam arti lain, yang bukan lagi kenikmatan, tapi penderitaan, karena siang malam, mereka berandai menjadi orang kaya.Oh ya, saat ini saya tengah mencoba-coba keberuntungan dengan melakukan investasi kecil-kecilan. Saya semula tak percaya akan melakukan ini, sebelum ternyata ada ratusan, bahkan ribuan orang yang ternyata telah melakukan lebih dulu. Diantaranya, ada seorang yang sudah cukup saya kenal, dan diam-diam saya mengaguminya.
Cukup mudah, sangat murah, namun kita bisa mendapatkan penghasilan yang berlipat ganda. Saya berani jamin, anda pasti akan tertarik. Silakan klik di sini
